Daur Ulang Sampah Plastik menjadi furniture
Secara Khusus, Furnitur yang terbuat dari daur ulang sampah plastik tersebut terbuat dari kantong plastik, plastik botol susu, plastik botol kendi, dan wadah plastik minuman. Adapun Prosedur untuk mendaur ulang plastik menjadi furnitur meliputi beberapa tahap. Tahap pertama adalah mengumpulkan material atau plastik yang akan didaur ulang. Kemudian, plastik tersebut diolah atau didaur ulang menjadi bahan dasar pembuatan furnitur. Pada tahap ini, pemilihan jenis plastik dan pengolahan sampah plastik menjadi hal yang penting. Beberapa jenis atau kategori plastik yang perlu diketahui pada tahap pemilihan jenis plastik untuk didaur ulang antara lain PETE (Polyethylene Terephthalate), HDPE (High Density Polyethylene), dan jenis plastik lainnya yang dapat didaur ulang. Setiap jenis plastik memiliki metode dan pengolahan yang berbeda, sehingga penting untuk mengetahui jenis plastik yang akan didaur ulang. Beberapa jenis plastik yang dapat didaur ulang meliputi polietilen (PE), polistiren (PS), polipropilen (PP), dan polivinil klorida (PVC). Setelah itu, tahap selanjutnya dilakukan tahap perancangan furnitur yang meliputi analisis pada objek nyata dan pemisahan jenis plastik. Lalu tahap terakhir adalah pembuatan furnitur dari bahan dasar plastik daur ulang yang telah diproses. Proses pembuatan furnitur dari plastik daur ulang dapat dilakukan dengan teknik pencetakan atau molding. Teknik molding pada pembuatan furnitur daur ulang adalah teknik cetak yang digunakan untuk membentuk bahan dasar plastik daur ulang menjadi bentuk yang diinginkan. Teknik molding dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah teknik compression molding. Teknik ini dilakukan dengan cara memanaskan bahan dasar plastik daur ulang hingga meleleh, kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan ditekan dengan tekanan tinggi hingga membentuk bentuk yang diinginkan.
Daur ulang (recycle) sampah plastik dapat dibedakan menjadi empat cara yaitu daur ulang primer, daur ulang sekunder, daur ulang tersier dan daur ulang quarter. Daur ulang primer adalah daur ulang limbah plastik menjadi produk yang memiliki kualitas yang hampir setara dengan produk aslinya. Daur ulang cara ini dapat dilakukan pada sampah plastik yang bersih, tidak terkontaminasi dengan material lain dan terdiri dari satu jenis plastik saja. Daur ulang sekunder adalah daur ulang yang menghasilkan produk yang sejenis dengan produk aslinya tetapi dengan kualitas dibawahnya. Daur ulang tersier adalah daur ulang sampah plastik menjadi bahan kimia atau menjadi bahan bakar. Daur ulang quarter adalah proses untuk mendapatkan energi yang terkandung di dalam sampah plastik (Purwaningrum, 2019). Pada produk furniture ini dapat dikatakan termasuk kedalam jenis daur ulang sekunder, karena metode ini mudah diakses dan bisa dilakukan secara sederhana, meliputi proses transformasi dari satu benda menjadi benda lain tanpa adanya penggunaan bahan kimia tertentu.
Daur ulang dan pemanfaatan ulang mempunyai
tujuan antara lain sebagai berikut:
1) Untuk
membuat sampah yang sebenarnya menjadi sesuatu yang berguna
2) Mengurangi
jumlah limbah untuk mengurangi pencemaran atau kerusakan lingkungan seperti
polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca.
3) Mengurangi
penggunaan bahan baku yang baru atau sumber daya alam.
4) Mengurangi
penggunaan energi.
5) Mendapatkan
penghasilan karena dapat dijual ke masyarakat.
6) Melestarikan
kehidupan makhluk yang terdapat di suatu lingkungan tertentu.
7) Menjaga
keseimbangan ekosistem makhluk hidup yang terdapat di dalam lingkungan.
8) Mengurangi sampah anorganik karena sampah anorganik ada yang dapat bertahan hingga 300 tahun ke depan.
Beberapa manfaat dari daur ulang
sampah berikut dapat memberi peran dalam
kehidupan sehari-hari.
1) Menghemat
biaya (ekonimis)
2) Mengurangi
polusi.
3) Menjadi
salah satu cara untuk menjaga lingkungan
4) Mengurangi
lahan dan ruang di TPA sehingga penumpukan dan timbunan sampah di TPA dapat
diminimalisir.
5) Menjaga
keseimbangan ekosistem lingkungan hidup.
6) Peluang
bisnis dan menghasilkan uang tambahan bagi banyak orang. Seperti bagi bank
sampah, pelapak sampah, dan beberapa informal sektor lainnya.
7) Memberikan
lapangan pekerjaan kepada siapa saja yang memiliki kendala terkait pendidikan
tertentu.
8) Meningkatkan
kesejahteraan sosial karena lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar.
9) Menciptakan
nilai pada suatu barang yang tidak bernilai sebelumnya.
10) Melatih
dan membiasakan diri untuk mengelola sampah secara tepat dan maksimal serta
tidak asal membuang sampah apalagi membuang sampah sembarangan.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu mendaur ulang (recycle) sampah
plastik menjadi suatu produk yang memiliki nilai fungsional, dan juga bisa mengurangi jumlah sampah plastik secara maksimal, seperti mengubahnya menjadi produk furnitur. Produk furniture ini tidak hanya memiliki nilai fungsional saja, tetapi juga memiliki nilai yang dapat diperjualbelikan, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan dan lapangan kerja yang menguntungkan. Furnitur yang sering dijualbelikan ini terbuat dari tutup botol atau tutup-tutup plastik yang sering di buang sebelumnya. Tutup plastik ini merupakan jenis plastik HDPE (High Density Polyethylene) yang dimana memiliki karakteristik mudah meleleh dan dibentuk,tahan terhadap korosi, serta memiliki rasio yang padat sehingga tingkat kekuatannya besar.
Plastik adalah senyawa polimer dengan struktur kaku yang terbentuk dari polimerisasi monomer hidrokarbon yang membentuk rantai panjang. Monomer yang sering digunakan dalam pembuatan plastik adalah propena (C3H6), etena (C2H4), vinil khlorida (CH2), karbonat (CO3), dan styrene (C8H8) (Anang, Sujana, & Widi., 2019).
|
Nama |
Profil Senyawa |
|
Propena
(C3H6) |
Deskripsi Propena adalah gas tidak berwarna dengan bau seperti minyak bumi yang samar. Unsur yang terlibat adalah 3 unsur C dan 6 unsur H. Unsur C memiliki nomor atom 6, massa atom 12, dengan konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p² dan terdapat 2 subkulit. Selanjutnya unsur H dengan nomor atom 1, massa atom 1, konfigurasi elektron 1s¹, dan memiliki 1 subkulit. Dikirim sebagai gas cair di bawah tekanan uapnya sendiri. Untuk transportasi mungkin berbau busuk. Kontak dengan cairan dapat menyebabkan radang dingin. Itu mudah dinyalakan. Uap lebih berat dari udara. Kebocoran apa pun bisa berupa cairan atau uap. Itu bisa sesak napas karena perpindahan udara. Di bawah kontak yang terlalu lama dengan api atau panas yang hebat, wadah dapat pecah dengan keras dan meledak. Sifat
Kimia Nama IUPAC :
1-Propena Berat molekul : 42.08
sma Jumlah Donor Ikatan Hidrogen : 0 Kelarutan : 44,6 mL/100 mL Sangat larut dalam air, etanol ,
asam asetat Massa Jenis :
0,505 g/m3 cm pada 25 °C Bau :
Tidak berbau; aromatik Konstanta Hidrofobik :
1,77
Sifat Fisika Titik Didih :
-47,68 °C pada 760 mmHg Titik Leleh :
-185,30 °C Titik Nyala :
-108 °C Kepadatan : 0,5139 pada 20 °C/4 °C Tekanan Uap :
10 atm pada 19,8 °C Viskositas : 83,4 mikropoise Panas
Pembakaran :
-10.940 kal/g Panas Penguapan : 18,42
kJ/mol Warna :
Gas tidak berwarna
|
|
Etena
(C2H4) |
Deskripsi Etena muncul sebagai gas tidak berwarna dengan bau dan rasa yang manis. Unsur yang terlibat adalah 2 unsur C dan 4 unsur H. Unsur C memiliki nomor atom 6, massa atom 12, dengan konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p² dan terdapat 2 subkulit. Selanjutnya unsur H dengan nomor atom 1, massa atom 1, konfigurasi elektron 1s¹, dan memiliki 1 subkulit. Etana Itu lebih ringan dari udara. Uap yang timbul dari cairan mendidih lebih ringan dari udara. Mudah tersulut. Tidak beracun tetapi merupakan sesak napas sederhana. Mudah dinyalakan dan nyala api dapat dengan mudah berkedip kembali ke sumber kebocoran. Di bawah kontak yang terlalu lama dengan api atau panas, wadah dapat pecah dengan keras dan meledak. Dapat menyebabkan ledakan. Sifat
Kimia Nama IUPAC :
Etena Berat molekul : 28.05
sma Jumlah Donor Ikatan Hidrogen : 0 Kelarutan : 131 mg/L Sangat larut dalam etanol , eter;
larut dalam asam aseton, benzena Massa Jenis :
50,57
g/m3 cm pada -104 °C Bau :
Tidak berwarna bau manis. Konstanta Hidrofobik :
1,13
Sifat Fisika Titik Didih :
-102,4 °C pada 700 mm Hg Titik Leleh :
-169,18 °C Titik Nyala :
-100 °C Kepadatan : 0,98 pada 20 °C Tekanan Uap :
10 atm pada 19,8 °C Viskositas : 0,01 mPa.s 20 °C Panas
Pembakaran :
-1411,2 kJ/mol (gas) Panas Penguapan : 13,53
kJ/mol pada -103 °C Warna :
Gas tidak berwarna Contoh Reaksi a.
Reaksi
isomerisasi gas etilen C2H2
(g) + H (g)→
C2H3 (g) + H2
(l) C2H4
(g) +
CH3 (g)→C2H3(g) +CH4(g) |
|
Vinil
Khlorida (C2H3Cl) |
Deskripsi Vinil Khlorida adalah hidrokarbon terklorinasi yang terjadi sebagai gas tidak berwarna, sangat mudah terbakar dengan bau manis dan ringan yang dapat mengeluarkan asap beracun karbon dioksida , karbon monoksida , hidrogen klorida, dan fosgen. Unsur yang terlibat adalah 2 unsur C, 3 unsur H, dan 1 unsur Cl. Unsur C memiliki nomor atom 6, massa atom 12, dengan konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p² dan terdapat 2 subkulit. Selanjutnya unsur H dengan nomor atom 1, massa atom 1, konfigurasi elektron 1s¹, dan memiliki 1 subkulit. Terakhir, unsur Cl dengan nomor atom 17, massa atom 35,5, konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵, dan memiliki 3 subkulit. Ketika dipanaskan untuk dekomposisi. Vinil klorida terutama digunakan untuk membuat polivinil klorida untuk pembuatan plastik. Paparan zat ini mempengaruhi sistem saraf pusat dan perifer dan menyebabkan kerusakan hati Sifat
Kimia Nama IUPAC :
Kloroetena Berat molekul : 62.50
sma Jumlah Donor Ikatan Hidrogen : 0 Kelarutan : 2700 mg/L Larut dalam etanol ; sangat larut
dalam etil eter Massa Jenis : 8
g/L pada
15
°C Bau :
Bau halus. Konstanta Hidrofobik :
1,46
Sifat Fisika Titik Didih : -
7 °F pada 760 mmHg Titik Leleh :
-153,84 °C Titik Nyala :
-78 °C Kepadatan : 0,98 pada 20 °C Tekanan Uap :
3877,5 mmHg Viskositas : 0,01072 cP pada 101 kPa Panas
Pembakaran :
-1411,2 kJ/mol (gas) Panas Penguapan : 88 kal/g Warna : Gas tidak berwarna |
|
Karbonat
(CO32-) |
Deskripsi Garam atau ion dari asam karbonat teoretis, mengandung radikal CO32-.
Unsur yang terlibat adalah 1 unsur C dan 3 unsur O. Unsur C memiliki nomor
atom 6, massa atom 12, dengan konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p² dan terdapat 2
subkulit. Selanjutnya unsur O dengan nomor atom 8, massa atom 16, konfigurasi
elektron 1s² 2s² 2p⁴, dan memiliki 2 subkulit. Karbonat mudah terurai oleh
asam. Karbonat dari logam alkali larut dalam air; semua yang lain tidak larut.pusat
dan perifer dan menyebabkan kerusakan hati. Adapun Senyawa induk Asam
hipotetis dari karbon dioksida dan air. Itu hanya ada dalam bentuk garamnya
(karbonat), garam asam (hidrogen karbonat), amina (asam karbamat), dan asam
klorida (karbonil klorida).
Sifat
Kimia Nama IUPAC :
Karbonat Senyawa Induk :
Asam Karbonat Berat molekul :
60.009 sma Berat Molekul
Induk :
63,025 sma Hitungan Akseptor Ikatan Hidrogen : 3 Kelarutan : 12,8 mg/mL Bereaksi membentuk karbon
dioksida dan air Massa Jenis :
60,01 g·mol−1 Bau :
Bau halus.dan khas Muatan
Formal : -2
Sifat Fisika Titik Didih :
127 °C Titik Leleh :
-153,84 °C Titik Nyala : 573 °C Kepadatan : 0,45 pada 20 °C Tekanan Uap :
2.700 mmHg Viskositas : 0,223 cP pada 101 kPa Panas
Pembakaran :
-679,2 kJ/mol (gas) Panas Penguapan : 25 kal/g
Contoh Reaksi Reaksi Netralisasi 2HCL (aq) + Na2CO3
(aq) →
H2O (l)
+ CO2 (g) +
2NaCl (aq) 2H+
(aq)
+ 2Cl-
(aq) + 2Na+ (l) + CO32-
(aq)
→H2O (l)
+ CO2 (g) + 2Na+ (l) |
|
Stirena
(C8H8) |
Deskripsi Styrene monomer, distabilkan muncul sebagai cairan bening tidak
berwarna hingga gelap dengan bau aromatik. Uap lebih berat dari udara dan
mengiritasi mata dan selaput lendir. Unsur yang terlibat adalah 8 unsur C dan
8 unsur H. Unsur C memiliki nomor atom 6, massa atom 12, dengan konfigurasi
elektron 1s² 2s² 2p² dan terdapat 2 subkulit. Selanjutnya unsurh H dengan
nomor atom 1, massa atom 1, konfigurasi elektron 1s¹, dan memiliki 1
subkulit. Tunduk pada polimerisasi. Jika polimerisasi terjadi di dalam wadah
tertutup, wadah tersebut dapat pecah dengan hebat. Kurang padat dari air dan
tidak larut dalam air . Digunakan untuk membuat plastik, cat, dan karet
sintetis. Styrene terutama digunakan dalam produksi plastik dan resin
polystyrene. Paparan akut (jangka pendek) terhadap styrene pada manusia
menyebabkan selaput lendir dan iritasi mata, serta efek gastrointestinal.
Paparan kronis (jangka panjang) terhadap stirena pada manusia mengakibatkan
efek pada sistem saraf pusat (SSP), seperti sakit kepala, kelelahan,
kelemahan, dan depresi, disfungsi CSN, gangguan pendengaran, dan neuropati
perifer Sifat
Kimia Nama IUPAC :
Stirena Berat molekul :
104.15 sma Jumlah Donor Ikatan Hidrogen : 0 Kelarutan : 300 mg/L pada 25 °C Larut dalam etanol , eter, dan
aseton ; larut dengan benzena ; sedikit larut dalam karbon tetraklorida Massa Jenis : 8
g/L pada
15
°C Bau :
Bau khas, manis, balsamic, hampir seperti bunga yang sangat meresap. Konstanta Hidrofobik :
2,95 Korosivitas :
Styrene akan menimbulkan korosi pada tembaga dan paduan tembaga
Sifat Fisika Titik Didih :
295 °F pada 760 mmHg Titik Leleh : -30,65 °C Titik Nyala : 34 °C Kepadatan : 0,98 pada 20 °C Tekanan Uap :
6,40 mm Hg pada 25 °C Viskositas : 0,696 cP pada 25 °C Panas
Pembakaran :
-4,395.63 kJ/mol pada 25 °C Panas Penguapan : 10,50
kkal/mol pada 25 °C Warna :
tidak berwarna hingga kuning
Contoh
Reaksi a. Reaksi
Pembakaran C8H8 (g)+ 10O2 (g)→ 8CO2 (g) + 4H2O (g) b. Reaksi
Brominasi C8H8 (g) + 2Br2 (g) → C8H6(Br2) (g)+ 2HBr(g) |
Potensi materi kimia yang bisa di integrasikan ke dalam fenomena tersebut adalah materi tentang Ikatan Kimia. Plastik yang sulit terurai adalah bahan plastik yang terbuat dari polimer sintetis yang memiliki ikatan kimia yang kuat (Sapuro, Bahri, & Rahayu., 2022). Rantai karbon plastik yang panjang inilah yang menjadikan sulit terurai menjadi mikroorganisme (Wibowo & Izzuddin., 2021). Plastik memiliki polimer yang terbentuk dari molekul-molekul kecil yang disebut monomer dengan ikatan kimia, yang dihubungkan bersama melalui ikatan kovalen yang kuat untuk membentuk rantai panjang polimer. Polimer ini termasuk polietilen, polipropilen, polistirena, poliuretan, dan nilon (Shofi & Anindita., 2022). Plastik memiliki 2 sifat yaitu termoplastik dan juga bersifat thermosetting. Plastik thermoplastik merupakan jenis plastik yang mana polimernya membentuk linier/ rantai lurus yang sifatnya mampu melunak bila dipanaskan dan mengeras apabila didinginkan, sifat ini bisa disebut reversibel, karena sifat inilah yang mengakibatkan banyak plastik yang bisa didaur ulang dan mudah dibentuk kembali sesuai dengan keinginan kita. Thermosetting adalah jenis plastik yang memiliki monomer berbentuk tiga dimensi yang bila sudah mengeras tidak bisa dileburkan lagi menjadi bentuk lainan sifat ini yang disebut irreversibe.
Ikatan kovalen yang kuat antara monomer menyebabkan plastik menjadi sangat sulit untuk terurai secara alami di alam. Proses degradasi plastik yang terjadi dalam lingkungan sangat lambat, membutuhkan waktu berabad-abad, sehingga meninggalkan sampah plastik yang terus menumpuk di lingkungan dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan. Dalam beberapa kasus, plastik yang sulit terurai seperti polietilen (PE), polipropilen (PP), dan polistirena (PS) digunakan untuk membuat produk yang dirancang untuk tahan lama, seperti botol plastik, peralatan rumah tangga, dan bahkan kendaraan. Selain itu, sampah plastik ini sangat mudah terbakar akan tetapi sangat tidak baik, karena asap yang terkandung dari hasil pembakaran sampah plastik memiliki kandungan yang sangat berbahaya, karena didalamnya terdapat gas-gas beracun yang mengandung karbon monoksida (CO) dan hidrogen sianida (HCN). Adapun kandungan yang terkandung dari hidrogen sianida bersumber dari polimer yang berbahan dasar akrilonitril, dan karbon monoksida marupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna. Itulah mengapa sampah plastik merupakan salah satu sumber dari pencemaran udara dan juga dapat berdampak jangka Panjang dan ber efek pada pemanasan global dan atmosfer bumi (Farin, 2021).
Namun, meskipun memiliki sifat yang kuat dan tahan lama, plastik jenis ini berkontribusi pada masalah lingkungan dan kesehatan yang serius karena sulit diuraikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ikatan kimia yang kuat antara monomer pada polimer sintetis plastik adalah faktor utama mengapa plastik jenis ini sulit terurai di alam.
Glosarium
Daur ulang
: Penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan dalam bentuk lain yang bermanfaat.
Inovatif
: Sesuatu yang bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru atau bersifat pembaruan.
Plastik
: Istilah umum untuk menyebut berbagai jenis produk polimer sintetis atau semisintetis.
Polimer
: Polimer adalah senyawa organik yang terdiri dari molekul-molekul kecil yang disebut monomer.
Ekonomis
: Istilah untuk menyebut hal-hal yang efektif dan efisien dalam mengelola uang atau penggunaan barang, bahasa, dan waktu.
Furnitur
: Perabot yang diperlukan, berguna, atau disukai, seperti barang atau benda yang dapat dipindah-pindah, digunakan, untuk melengkapi rumah, kantor, dan sebagainya
Monomer
: Monomer adalah struktur molekul kecil yang dapat berikatan secara kimia dengan monomer lainnya untuk membentuk molekul polimer yang lebih panjang dan berulang-ulang.
Recycle
: Proses menghancurkan barang yang sudah tidak digunakan, lalu diolah lagi menjadi barang baru yang dapat digunakan kembali
Ikatan kimia
; Merupakan gaya yang mengikat dua atom atau lebih untuk membentuk molekul yang stabil, contohnya ikatan ion pada NaCl dan ikatan kovalen pada HCl.
Daftar Pustaka :
Anang, S., Sujana, W., & Widi, K. A. (2019). Peran Abu Sekam Padi Pada Komposit Polimer Jenis PET. Jurnal Flywheel, 8(1), 15-24.
Farin, S. E. (2021). penumpukan sampah plastik yang sulit terurai berpengaruh pada lingkungan hidup yang akan datang. OSF Preprints. September, 15.
Iswanto, R. (2020). pemanfaatan kertas daur ulang dalam duniapercetakan dan desain grafis.
Krisnadi, R., Handarni, Y., & Udyani, K. (2019, September). Pengaruh Jenis Plasticizer Terhadap Karakteristik Plastik Biodegradable dari Bekatul Padi. In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan (Vol. 1, No. 1, pp. 125-130).
Gandha, R. H. (2019). Kinerja Generator set 1300 Watt Berbahan bakar campuran Bensin dengan Minyak hasil konversi sampah Plastik jenis Polypropylene (PP) (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Sriwijaya).
Gustiawan, I. M. (2021, Mei 12). Berbisnis dengan Daur Ulang Sampah Plastik. Diakses pada 10 Mei 2023, dari Kumparan: https://kumparan.com/ivena-gustiawan/berbisnis-dengan-daur-ulang-sampah-plastik-1vivZVf4mDS/4
Purwaningrum, P. (2016). Upaya mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan. Indonesian Journal of Urban and Environmental Technology, 8(2), 141-147.
Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (2023). Ringkasan Senyawa PubChem untuk CID 8252, Propilen. Diakses tanggal May 8, 2023 dari https://pubchem.ncbi.nlm.
Pilevar, Z., Bahrami, A., Beikzadeh, S., Hosseini, H., & Jafari, S. M. (2019). Migration of styrene monomer from polystyrene packaging materials into foods: Characterization and safety evaluation. Trends in Food Science & Technology, 91, 248-261.
Sapuro, A. L. A., Bahri, S., & Rahayu, T. E. P. S. (2022). tugas akhir: pembuatan pellet biji plastik jenis pet (polyethylene terephthalate) dan pp (polypropylene) dari re-design mesin “tipipiel one” menjadi “tipipiel two” (Doctoral dissertation, POLITEKNIK NEGERI CILACAP).
Shofi, A. N., & Anindita, F. D. (2022, August). efektivitas degradasi plastik oleh aspergillus terreus. In Proceeding Seminar Nasional IPA (pp. 127-133).
Syukur, M., Awaru, A. O. T., & Arifin, Z. (2019). Pemberdayaan istri nelayan Kelurahan Samataring melalui program daur ulang sampah plastik. In Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat 4(1), 277-279.
van Schijndel, J., Molendijk, D., van Beurden, K., Canalle, L. A., Noël, T., & Meuldijk, J. (2020). Preparation of bio-based styrene alternatives and their free radical polymerization. European Polymer Journal, 125, 109534.
Wahyuni, S., Purwanto, H., & Mahyuda, I. S. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Daur Ulang Barang Bekas Di Rw 007 Desa Tanah Merah. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 5(2), 184-187.g Plastik untuk Bahan Bangunan. Jurnal Strategi Desain & Inovasi Sosial.
Wibowo, Y. G., & Izzuddin, A. (2021). Integrasi Pengolahan Sampah Metode 3r Dengan Bank Sampah Di SMA Bima Ambulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage, 2(1), 19-23.
Winnerdy, F. R., & Laoda, M. (2020). Daur Ulan Syukur, M., Awaru, A. O. T., & Arifin, Z. (2019). Pemberdayaan istri nelayan Kelurahan Samataring melalui program daur ulang sampah plastik. In Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat 4(1), 277-279.











Comments
Post a Comment